Kota Malang, Tagarjatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) memutuskan untuk tidak menganggarkan program mudik gratis pada tahun 2025. Keputusan ini diambil sebagai langkah efisiensi anggaran, mengingat keterbatasan dana yang tersedia.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Wijaya Saleh Putra, mengungkapkan bahwa tidak ada anggaran yang dialokasikan untuk program mudik gratis pada tahun ini.

“Sejak awal, kami memang fokus pada kegiatan lain dan tidak ada anggaran yang disiapkan untuk mudik gratis,” ujar Wijaya pada Senin (17/2/2025).

Program mudik gratis sebelumnya memerlukan biaya sekitar Rp150 juta. Meski demikian, Pemkot Malang menegaskan bahwa pengalihan anggaran ini bukan semata-mata soal efisiensi, melainkan karena memang tidak ada dana yang tersedia untuk program tersebut.

Meski tidak ada anggaran dari Pemkot, pihak swasta tetap dapat mengambil inisiatif untuk menyelenggarakan mudik gratis secara mandiri atau dengan bekerja sama dengan pemerintah.

“Kami mendorong perusahaan seperti Indomaret, Alfamart, atau operator bus seperti Bagong untuk mengadakan program serupa bagi karyawan atau masyarakat sekitar,” ungkap Wijaya.

Hingga saat ini, belum ada pihak swasta yang menyatakan kesediaan untuk menggelar program mudik gratis di Kota Malang. Namun, Dishub terus berupaya menjalin komunikasi dengan berbagai pihak untuk memastikan agar program ini tetap dapat terlaksana.(*)