Kota Malang, tagarjatim.id – Sering kali terabaikannya nasib pemain sepakbola di usia dini terkait perlindungan dalam dunia sepak bola, menjadi perhatian tersendiri bagi gelaran kompetisi Malang Junior League.

Sebagai langkah inovatif, Malang Junior League (MJL) 2025 menggandeng BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan proteksi kepada seluruh pemain yang berpartisipasi dalam kompetisi ini.

Seperti yang diungkapkan Presiden Malang United, Aris Pratama, yang juga merupakan penggagas Malang Junior League, ia menegaskan pentingnya jaminan perlindungan bagi pemain usia dini.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh pemain sepak bola sejak usia dini terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, sehingga mereka mendapatkan perlindungan saat menghadapi risiko cedera, baik dalam pertandingan maupun saat latihan,” ujar Aris Pratama.

Dengan adanya proteksi ini, setiap pemain yang mengalami cedera akan mendapatkan perlindungan penuh, termasuk biaya perawatan medis dan pemulihan hingga mereka mampu kembali beraktivitas normal.

Dalam keterlibatannya di MJL 2025 ini, BPJS Ketenagakerjaan menganggap langkah tersebut sangatlah perlu mendapatkan dukungan berbagai pihak.

Seperti yang diungkapkan Zulkarnain Mahading, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan yang konsen dan berharap dukungan ini mampu berdampak pada atmosfer pengembangan bakat sepak bola usia dini di Indonesia.

“Kami ingin mendukung bakat dan minat anak usia dini dalam mengembangkan potensinya di dunia sepak bola. Selain itu, kami juga ingin memastikan bahwa para atlet mendapatkan perlindungan selama bertanding agar mereka merasa lebih aman dan fokus mengembangkan kemampuan mereka,” kata Zulkarnain.

BPJS Ketenagakerjaan berharap bahwa langkah ini dapat menjadi standar baru dalam perlindungan pemain muda di Indonesia.

“Kami berharap Malang Junior League dapat berjalan dengan lancar dan terus terselenggara setiap tahun. Dengan adanya program ini, kami ingin melihat munculnya talenta-talenta baru yang siap menjadi atlet sepak bola pilihan di masa depan,” tambah Zulkarnain.

Dengan adanya kerja sama ini, Malang Junior League 2025 menjadi kompetisi pertama di Malang Raya yang memberikan jaminan perlindungan bagi seluruh pemainnya. Ini merupakan langkah maju dalam dunia sepak bola usia dini, memastikan bahwa talenta muda dapat berkembang dengan rasa aman dan nyaman.

Ke depan, diharapkan lebih banyak kompetisi sepak bola usia dini yang menerapkan standar perlindungan yang sama, sehingga semakin banyak atlet muda yang dapat berkembang tanpa khawatir akan risiko cedera. (*)