Kota Malang, Tagarjatim.id – Bobi Nilam, drummer General Maya dan The Binals, berbagi pengalaman dan visinya tentang perkembangan musik di Kota Malang. Serta menekankan pentingnya mental yang kuat dalam dunia musik.
Dalam wawancara pada Kamis (27/2/2025), Bobi mengatakan pentingnya kemampuan untuk membagi waktu dan mood antara berbagai proyek musik yang dijalani seorang drummer.
“Sebagai drummer, kita harus memiliki mental yang kuat dan kemampuan untuk mengelola waktu dan mood antara berbagai proyek musik,” ujar Bobi Nilamm
Bobi mengungkapkan, minatnya pada musik dimulai sejak kecil. Ia mengaku sudah tertarik dengan alat musik ritmik sejak duduk di bangku SD, ketika sering memukul meja yang mirip dengan suara drum.
“Sejak SD saya sudah suka pukul-pukul meja, itu seperti sudah tahu tempo dan sifatnya seperti percussion. Baru saat SMP kelas 1 saya mulai memegang set drum yang sesungguhnya,” kenangnya.
Bobi juga mengenang masa kecilnya yang penuh dengan kenangan lucu, salah satunya adalah peringatan dari ibunya yang selalu menegurnya karena sering membuat kebisingan di kelas dengan mengetuk meja.
Selanjutnya, Bobi mengungkapkan rencana kedepan untuk meluncurkan album baru bersama General Maya dan The Binals pada tahun 2025. Selain itu, The Binals baru saja merilis album penuh mereka, “18+”, pada (9/2/2025) lalu.
Bobi juga menekankan pentingnya menjaga anugerah musik dan menjadi teladan bagi generasi muda, terutama dalam menjaga mental serta konsistensi dalam bermusik.
Diantara pengalaman berkesannya, Bobi tak melupakan saat bekerja bersama almarhum Mas Erwin, bassist Dewa, di Jombang dan Surabaya. Kenangan tersebut selalu membekas, terlebih saat mereka membawakan lagu-lagu legendaris Dewa.
“Sangat berkesan, terutama saat Mas Erwin mulai bangkit semangatnya untuk solo karier setelah keluar dari Dewa,” ungkap Bobi.
“Saya diajak untuk berkolaborasi di Erwin & Friends, itu momen yang tak akan saya lupakan,” sambungnya.
Ketika ditanya tentang proyek terbarunya bersama The Binals, Bobi menjelaskan bahwa band ini mengusung genre rock and roll dengan sentuhan glam rock dan funk.
“Kami suka bereksperimen dengan berbagai genre. Album ’18+’ sudah diluncurkan dan kini bisa didengarkan di semua platform digital,” ujarnya.
Album ’18+’ memiliki tema yang cukup menarik, yaitu fenomena sosial yang ada di masyarakat.
“Segmen kita lebih ke orang-orang yang suka karaoke, tapi tidak semua lagu bertema seperti itu,” tambah Bobi.
Salah satu lagu di album ini, ‘Bertahanlah’, terinspirasi dari tragedi Kanjuruhan yang mengungkapkan rasa duka cita dan trauma mendalam terhadap para korban dan keluarga mereka.
Bobi menjelaskan bahwa lagu tersebut dibuat dengan ide dari almarhum Mas Oki, personel The Binals yang meninggal saat proses rekaman.
“Mas Oki meninggal saat kami sedang merekam lagu keempat. Setelah itu, kami melanjutkan proses rekaman lagu hingga lagu sembilan tanpa kehadiran Mas Oki. Kami menghormati ide-idenya, dan lagu ‘Bertahanlah’ menjadi tribute untuknya serta tragedi Kanjuruhan,” pungkasnya.
Dengan perjalanan panjang dalam dunia musik, Bobi Nilam dan The Binals tetap bersemangat untuk terus berkarya dan memberi kontribusi bagi perkembangan musik di Malang dan Indonesia. (*)




















