Kota Malang, tagarjatim.id – Bulan Ramadan membuat tim pelatih Persema Malang membuat beberapa penyesuaian program latihan. Salah satunya adalah dengan menggelar latihan dengan konsep ‘night run’ untuk menjaga kondisi fisik para pemain.

Latihan fisik bertajuk ‘nigth run’ itu digelar pada hari Kamis (6/3/2025) malam. Tim racikan Ahmad Bustomi itu berlari dari mes di kawasan Mojolangu ke Jalan Soekarno-Hatta. Setelah itu ke kawasan Jalan Ijen, MOG, Kayu Tangan, RSSA dan kembali ke mes.

Pelatih fisik Persema, Eggy Nur Arfiansyah, menyebut latihan ‘night run’ bertujuan untuk meningkatkan daya tahan pemain. Latihan sengaja digelar malam hari karena mayoritas pemain berpuasa pada siang harinya.

“Kita dari coaching staff menyesuaikan dengan jadwal puasa karena kalau latihan fisik seperti endurance dilaksankan sore hari tentu tidak maksimal,” ucap Eggy Nur Arfiansyah.

Menurut Eggy, ada arahan khusus yang diberikan pada pemain sebelum melakukan ‘night run’. Dia meminta Ricga Febiyan dan kawan-kawan untuk tidak melahap banyak makanan ketika berbuka puasa.

“Disarankan untuk buka puasa tidak terlalu berlebihan. Karena nantinya kalau makan terlalu berat proses cerna makanan lebih lambat. Selepas latihan bisa diganti dengan makanan berat,” katanya.

Eggy menilai program night run berjalan efektif dan para pemain terlihat antusias. Tim pelatih akhirnya memutuskan night run akan jadi agenda rutin Persema Malang selama bulan Ramadan ini.

“Program lari dilaksanakan satu kali dalam program latihan mingguan, setiap Rabu atau Kamis malam. Menyesuaikan dengan cuaca,” kata pelatih asal Batu tersebut.

Persema saat ini tengah menyiapkan diri untuk tampil di Liga 4 Nasional 2024/2025. Kendati belum mendapat kepastian soal jadwal dan venue pertandingan, Bledek Biru tetap menggelar latihan agar berada dalam kondisi ideal saat liga dimulai. (*)